Minggu, 26 Mei 2013

Apakah BlackBerry Akan Benar-Benar Enyah di Indonesia?

Beberapa waktu lalu gw pernah posting tentang resminya kehadiran BlackBerry Messenger di Android dan iOS. Banyak orang yang benci dengan BlackBerry (eksklusifitas pengguna lebih tepatnya) pada akhirnya merasa bahwa waktu ini tiba juga dan memprediksi keruntuhan BlackBerry, setidaknya di Indonesia. Apakah hal itu semata-mata benar? Menurut gw, ga juga kok.

Mungkin lo bakal bingung kenapa gw bilang ga juga. Gw punya beberapa argumentasi tentang kenapa BlackBerry ga bakal benar-benar mati di Indonesia. Ini alasan-alasan gw:

Autoteks
Hal pertama yang gw rasa paling berat untuk ditinggalkan dari BlackBerry adalah autoteks. Autoteks lazimnya digunakan oleh mereka yang malas mengetik, misalkan dari plz menjadi please, dsb. Di Indonesia, Autoteks digunakan untuk menjadi pintasan banyak emoticon (pada awalnya), namun seiring waktu, kata-kata yang ga penting sama sekali buat ditaro autoteks ya ditaro jadi autoteks, misal :

hahaha >> ┅»̶·̵̭̌·̵̭̌=))H̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟ=))·̵̭̌·̵̭̌«̶┅
yang seperti ini pernah dibahas di sini

Apalah ini? Mungkin banyak yang merasa bahwa Android dan iOS tidak memiliki fungsi ini. Mereka sejatinya salah besar. Ga usah dibahas kali ya kenapa salah besar hahahaha.

Push e-Mail
Ya, BlackBerry masih merupakan perangkat terbaik dalam urusan ini. Bahkan iOS dan Android pun belum sanggup menandinginya.

Ga Punya Duit
Hahahaha, ga usah tanya deh.

Udah, itu aja. Sedikit yak? Udah sih terserah gw.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar